Evaluasi komprehensif performa jaringan aktual, rancangan arsitektur operasional, dan justifikasi investasi (CAPEX) untuk menjamin stabilitas produktivitas perusahaan.
Router consumer-grade memiliki batas optimal utilisasi ~25 perangkat. Memaksakan beban 76 perangkat (estimasi Lantai 1 & 2) pada arsitektur lama akan memicu degradasi performa masif harian.
Distribusi melalui kabel (Switch) untuk stasiun kerja berat (PC Editing), dipadukan dengan Seamless Roaming AP, mengeliminasi isu putusnya koneksi saat mobilitas di area kantor.
Kerugian finansial akibat tertundanya produktivitas (idle time) dan deadline klien secara signifikan melampaui biaya investasi alat jaringan (CAPEX).
Meningkatkan paket ISP tanpa upgrade hardware lokal akan menciptakan bottleneck internal. Sebaliknya, hardware canggih tanpa dukungan ISP bisnis tidak akan menghasilkan performa maksimal. Keduanya harus diselaraskan.
Pembaruan topologi dan transisi layanan ISP ini diposisikan sebagai Inisiatif Business Continuity. Hal ini krusial untuk mengamankan arus operasional digital dan memastikan produktivitas tim di seluruh area dapat berjalan pada tingkat efisiensi tertinggi tanpa interupsi teknis.
Desain infrastruktur dioptimalkan menggunakan pendekatan sentralisasi Layer 3 Routing dan distribusi Layer 2 Switching untuk mitigasi latensi.
Pusat kontrol utama. Menangani Inter-VLAN Routing, manajemen bandwidth (PCQ), dan orkestrasi WiFi terpusat via CAPsMAN.
Agregator utama. Menerima trunk VLAN dari Gateway dan mendistribusikan jalur ke Switch area spesifik secara terstruktur.
Fasilitator wired connection per departemen (terutama PC Editing) untuk memastikan stabilitas transfer data lokal tanpa utilisasi WiFi.
Distribusi nirkabel terintegrasi dengan kapabilitas seamless roaming, menjaga koneksi rapat virtual tetap stabil saat mobilitas antar area.
Setiap divisi memiliki segmen jaringan (VLAN) dan SSID Wi-Fi tersendiri yang dikendalikan terpusat oleh CAPsMAN. Bandwidth dialokasikan berbasis prioritas operasional.
| Divisi | VLAN ID | Subnet | SSID Wi-Fi | Band | Bandwidth Max โ / โ | Akses |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Management IT | 10 | 192.168.10.0/24 | โ Wired Only โ | โ | Unlimited | IT Admin |
| Motion Tim 1 | 20 | 192.168.20.0/24 | Motion_Team |
5 GHz | 30 Mbps / 10 Mbps | Karyawan Motion |
| Design Dorm Tim | 25 | 192.168.25.0/24 | DD_Team |
5 GHz | 30 Mbps / 10 Mbps | Karyawan Design Dorm |
| Meeting Room | 30 | 192.168.30.0/24 | Meeting_Room |
2.4 GHz | 15 Mbps / 5 Mbps | ๐ Auto-rotate harian |
| Directory | 40 | 192.168.40.0/24 | Directory_Net |
5 GHz | 20 Mbps / 5 Mbps | Karyawan Directory |
| Notion Tim | 50 | 192.168.50.0/24 | Notion_Net |
5 GHz | 20 Mbps / 5 Mbps | Karyawan Notion |
| Server Room | 60 | 192.168.60.0/24 | โ Wired Only โ | โ | Unlimited | Server / Infra |
| Ekspansi Lantai 2 | 70 | 192.168.70.0/24 | โ Reserved โ | โ | TBD | Future Use |
| Office Roaming | 99 | 192.168.99.0/24 | Office_Roaming |
5 GHz | 10 Mbps / 3 Mbps | Tamu / Non-staff |
Tim Motion menggunakan satu nama SSID Motion_Team namun terbagi ke VLAN 20 & 25. Setiap unit tim mendapat segmen IP dan queue bandwidth yang sepenuhnya independen, mencegah interferensi beban kerja antar-tim.
SSID Meeting_Room menggunakan script MikroTik yang merotasi password otomatis setiap tengah malam dan mengirimkan kata sandi baru via Telegram Bot โ mencegah penyalahgunaan akun tamu yang overstay.
SSID Office_Roaming (VLAN 99) diblokir secara total dari seluruh subnet internal perusahaan oleh firewall rule. Tamu hanya mendapat akses internet keluar, tanpa visibilitas ke resource jaringan internal sama sekali.
Seluruh SSID dipancarkan oleh AP Node (hAP ax2) namun dikonfigurasi dan dikontrol dari satu titik โ Core Router MikroTik RB5009. Penambahan atau perubahan konfigurasi Wi-Fi cukup dilakukan sekali di controller, berlaku ke semua AP sekaligus.
Pemilihan perangkat didasarkan pada strategi Cost-Effective Performance (Mid-tier Enterprise) guna mengakomodasi eskalasi beban tanpa over-engineering. Tersedia 3 opsi tier berdasarkan budget.
| Kategori | Qty | Model | Harga / Unit | Total | Fungsi Esensial |
|---|---|---|---|---|---|
| Core Router | 1 | MikroTik RB5009UG+S+IN | Rp 4.000.000 | Rp 4.000.000 | Inter-VLAN routing, PCQ, CAPsMAN controller. |
| Core Switch | 1 | TP-Link TL-SG3428 | Rp 3.400.000 | Rp 3.400.000 | 24 Port Managed Gigabit, trunk VLAN ke distribusi. |
| Switch Distribusi | 4 | TP-Link TL-SG108E | Rp 550.000 | Rp 2.200.000 | Edge-switching per area divisi ke end-user. |
| Access Point | 5 | MikroTik hAP ax2 | Rp 2.000.000 | Rp 10.000.000 | WiFi 6, CAPsMAN managed, seamless roaming. |
| Switch Server (PoE) | 1 | TP-Link TL-SG2210MP | Rp 2.400.000 | Rp 2.400.000 | Managed PoE โ power + data untuk semua AP. |
| UPS | 1 | CyberPower UT1500E | Rp 2.500.000 | Rp 2.500.000 | Backup daya core infrastructure ยฑ15 menit. |
| Subtotal Hardware Aktif | Rp 24.500.000 | ||||
| Item | Qty | Satuan | Harga / Unit | Total | Keterangan |
|---|---|---|---|---|---|
| Rack Wall Mount 9U | 1 | unit | Rp 700.000 | Rp 700.000 | Mounting router, switch, UPS server room. |
| Patch Panel Cat6 24-port | 1 | unit | Rp 350.000 | Rp 350.000 | Structured cabling โ terminasi kabel ke rack. |
| Kabel UTP Cat6 305M | 2 | roll | Rp 473.000 | Rp 946.000 | Vascolink, estimasi 7 area ร jarak rata-rata 20โ30M. |
| Konektor RJ45 Cat6 | 1 | box (100 pcs) | Rp 100.000 | Rp 100.000 | Vascolink Cat6, termasuk cadangan. |
| Kabel Ducting | 50 | meter | Rp 8.000 | Rp 400.000 | Penutup kabel dinding/plafon tiap area. |
| PDU / Power Strip Rack | 1 | unit | Rp 200.000 | Rp 200.000 | Distribusi listrik dalam rack. |
| Cable Tie + Label Kabel | 1 | set | Rp 100.000 | Rp 100.000 | Manajemen kabel & labeling port untuk troubleshoot. |
| Subtotal Infrastruktur Pendukung | Rp 2.796.000 | ||||
5 unit AP dan 4 Switch Distribusi dihitung untuk eliminasi blind spot di Lantai 1 โ mencakup Tim Notion, Motion, Design Dorm, Director, Meeting Room, dan R.Meet.
Router RB5009 (ARM 64-bit) diproyeksikan untuk mengelola beban puncak inter-VLAN routing bagi ~76 perangkat secara bersamaan tanpa degradasi.
Desain siap ekspansi. Penambahan area Lantai 2 hanya memerlukan tarikan kabel trunk tunggal tanpa merestrukturisasi Core Router.
Bukan perangkat consumer-grade yang rentan hang, namun tidak perlu investasi level Enterprise yang berlebih โ High ROI untuk kantor skala menengah.
Evaluasi parameter teknis untuk peningkatan kelas layanan internet perusahaan.
| Parameter Teknis | Home Broadband (MyRepublic Prime) |
Business Broadband (Biznet Metro) |
Dedicated Internet (Corporate Leased Line) |
|---|---|---|---|
| Estimasi Harga (Opex) | ยฑ Rp 565.000 / bln | ยฑ Rp 1.700.000 / bln | Mulai Rp 5.000.000 (100 Mbps) |
| Alokasi Bandwidth | Shared (Kontensi tinggi) | Shared Priority (Prioritas traffic tinggi) | Dedicated 1:1 (Garansi penuh) |
| Alamat IP | Dynamic Private / NAT | 1 IP Public Static | Blok IP Public Static (/29 atau /28) |
| Rasio Kecepatan (Up/Down) | Asimetris (Fluktuatif) | Simetris (1:1 Terjamin) | Simetris (1:1 Garansi 100%) |
| Service Level Agreement | Best-effort (Tanpa penjaminan) | Support Prioritas | SLA 99.5% (Ada klausul kompensasi) |
Untuk menyeimbangkan biaya dan kebutuhan operasional bersama arsitektur baru, transisi menuju Business Broadband (mis. Biznet Metronet / Indibiz / Lintasarta) adalah langkah esensial. Namun, jika urgensi stabilitas server lokal (NAS Synology) bersifat kritikal untuk remote access, opsi Dedicated Internet 50โ100 Mbps sangat disarankan karena memberikan IP Publik Statis dan SLA tertulis.
Infrastruktur yang sudah dipasang harus dimonitor secara berkelanjutan. Berikut stack monitoring yang direkomendasikan sesuai skalabilitas kantor Cuatrodia.
Network monitoring tool gratis dari MikroTik. Auto-discovery semua perangkat di jaringan, live map topologi, alert via email jika device down. Diinstall di laptop IT atau PC Management (VLAN 10).
Cocok untuk: Monitoring device up/down, ping latency, alert real-time.
Dashboard bawaan RouterOS via Winbox atau WebFig. Monitoring real-time traffic per interface/VLAN, DHCP lease aktif, firewall log, dan utilisasi CPU/RAM router.
Cocok untuk: Daily check utilisasi bandwidth per divisi, troubleshoot bottleneck.
Stack monitoring modern. Prometheus scrape data SNMP dari MikroTik & switch, Grafana visualisasikan dalam dashboard custom. Bisa diinstall di Synology NAS via Docker.
Cocok untuk: Historical data, trend analysis, dashboard eksekutif yang proper.
Monitoring ringan berbasis web, real-time, zero-configuration. Bisa diinstall di Synology NAS atau Raspberry Pi. Support SNMP dan plugin MikroTik komunitas.
Cocok untuk: Alternatif Grafana yang lebih mudah di-setup tanpa pengetahuan DevOps mendalam.
MikroTik RouterOS mendukung script yang dikirim via HTTP ke Telegram API. Bisa trigger alert otomatis: device down, WAN down, CPU spike >80%, atau DHCP pool habis โ langsung ke grup Telegram IT.
Cocok untuk: Alert system tanpa perlu tools tambahan, sudah proven di SOP v1.2.
Solusi enterprise all-in-one. Free tier untuk 100 sensor. Monitoring bandwidth, uptime, SNMP, flow analysis. GUI sangat user-friendly untuk non-technical staff.
Cocok untuk: Jika manajemen ingin dashboard monitoring tanpa perlu IT terus standby.
Untuk implementasi awal: The Dude (device monitoring) + Winbox Traffic Monitor (bandwidth per VLAN) + Telegram Bot Alert (notifikasi insiden otomatis). Ketiga tools ini sudah cukup untuk operasional harian dan tidak memerlukan server tambahan. Jika kebutuhan reporting bertambah, upgrade ke Grafana + Prometheus via Docker di NAS Synology.
Rencana eksekusi bertahap dalam 6 minggu โ dari pengadaan hingga jaringan fully operational.