Proposal Peningkatan Infrastruktur
Jaringan Cuatrodia

Evaluasi komprehensif performa jaringan aktual, rancangan arsitektur operasional, dan justifikasi investasi (CAPEX) untuk menjamin stabilitas produktivitas perusahaan.

Unduh Dokumentasi (Word) Lihat Topologi (PNG) Konfigurasi Script (v1.2) [Coming Soon]

Analisis Kapasitas Aktual

  • Infrastruktur saat ini menggunakan layanan Home Broadband 500 Mbps.
  • Performa aktual drop hingga batas ~200 Mbps akibat limitasi Shared Broadband.

Identifikasi Masalah: Contention Ratio

  • Ketiadaan FUP (Fair Usage Policy) bukan berarti mendapat Dedicated Bandwidth.
  • Jaringan mengalami Contention Ratio β€” kapasitas terbagi dengan pengguna residensial lain di level distribusi ISP.

Proyeksi Beban Perangkat (Skalabilitas)

  • Beban Saat Ini (Lantai 1): 48 perangkat aktif (rasio ~4 Mbps/perangkat saat utilisasi puncak).
  • Proyeksi Penambahan (Lantai 2): Total beban naik menjadi 76 perangkat (Laptop&Hp).
  • Dampak: Alokasi bandwidth anjlok drastis menjadi ~2.6 Mbps/perangkat.
  • Kesimpulan: Kapasitas ini jauh di bawah standar operasional untuk Video Conference paralel dan transfer aset visual skala besar.

Metrik Jaringan Berjalan

500 Mbps
Kapasitas Maksimal Berlangganan (Up To)
~200 Mbps
Throughput Aktual (Isu Contention)
48 / ~76
Perangkat Aktif (Fase 1 / Total Estimasi)
~2.6 Mbps
Estimasi Alokasi per Perangkat (Beban Puncak)

Mengapa Kantor Perlu Dual ISP?

Solusi yang diusulkan bukan mengganti MyRepublicβ€”melainkan menambahkan ISP bisnis sebagai jalur kedua. Dua koneksi ini dikelola bersama oleh router MikroTik untuk menghasilkan jaringan yang lebih cepat, lebih stabil, dan tidak pernah benar-benar down.

01

Load Balancing β€” Bandwidth Berlipat

Dengan dua jalur aktif, router MikroTik mendistribusikan traffic secara otomatis ke kedua ISP. Efek praktisnya: kapasitas total yang bisa dimanfaatkan meningkat signifikan. Alokasi per perangkat naik jauh dari ~2.6 Mbps, cukup untuk menopang 76 perangkat aktif secara bersamaan.

02

Failover Otomatis β€” Nol Downtime

Saat salah satu ISP mengalami gangguan, MikroTik secara otomatis mengalihkan seluruh traffic ke jalur yang masih aktifβ€”tanpa intervensi manual. Kantor tetap online bahkan ketika MyRepublic atau ISP bisnis sedang down. Tidak ada lagi skenario "internet mati total."

03

Segregasi Traffic β€” Prioritas Tepat Sasaran

ISP bisnis (bandwidth simetris, SLA terjamin) dialokasikan untuk traffic prioritas tinggi: video conference, upload aset klien, dan VoIP. MyRepublic menangani traffic umum seperti browsing dan media sosial. Hasilnya: task kritis tidak pernah terdegradasi oleh traffic ringan.

04

Cost-Effective Dibanding Dedicated Line

Langsung beralih ke Dedicated Internet (leased line) membutuhkan biaya mulai Rp 5.000.000+/bulan. Strategi Dual ISPβ€”mempertahankan MyRepublic & menambah paket bisnisβ€”memberikan keandalan setara dengan biaya yang jauh lebih terkelola, tanpa membuang investasi langganan yang sudah berjalan.

Kesimpulan

Dual ISP bukan pemborosanβ€”ini adalah arsitektur redundansi minimum untuk operasional profesional. Dengan MikroTik sebagai pengendali, dua jalur internet berubah menjadi satu koneksi yang lebih kencang, cerdas dalam mendistribusikan beban, dan tidak pernah benar-benar terputus.

Arsitektur Topologi Jaringan

Desain infrastruktur dioptimalkan menggunakan pendekatan sentralisasi Layer 3 Routing dan distribusi Layer 2 Switching untuk mitigasi latensi.

Diagram Topologi Jaringan Cuatrodia

Alur Distribusi Perangkat

  • 🧠 Core Gateway (MikroTik)

    Pusat kontrol utama. Menangani Inter-VLAN Routing, manajemen bandwidth (PCQ), dan orkestrasi WiFi terpusat via CAPsMAN.

  • πŸ”€ Core Switch (Managed L2)

    Agregator utama. Menerima trunk VLAN dari Gateway dan mendistribusikan jalur ke Switch area spesifik secara terstruktur.

  • 🏒 Switch Distribusi

    Fasilitator wired connection per departemen (terutama PC Editing) untuk memastikan stabilitas transfer data lokal tanpa utilisasi WiFi.

  • πŸ“‘ Access Point (WiFi)

    Distribusi nirkabel terintegrasi dengan kapabilitas seamless roaming, menjaga koneksi rapat virtual tetap stabil saat mobilitas antar area.

Komparasi Layanan ISP

Evaluasi parameter teknis untuk peningkatan kelas layanan internet perusahaan.

Parameter Teknis Home Broadband
(MyRepublic Prime)
Business Broadband
(Biznet Metro)
Dedicated Internet
(Corporate Leased Line)
Estimasi Harga (Opex)Β± Rp 565.000 / blnΒ± Rp 2.700.000 / blnMulai Rp 5.000.000 (100 Mbps)
Alokasi BandwidthShared (Kontensi tinggi)Shared Priority (Prioritas traffic tinggi)Dedicated 1:1 (Garansi penuh)
Alamat IPDynamic Private / NAT1 IP Public StaticBlok IP Public Static (/29 atau /28)
Rasio Kecepatan (Up/Down)Asimetris (Fluktuatif)Simetris (1:1 Terjamin)Simetris (1:1 Garansi 100%)
Service Level AgreementBest-effort (Tanpa penjaminan)Support PrioritasSLA 99.5% (Ada klausul kompensasi)

Komparasi Provider Internet Bisnis (Min. 200 Mbps)

Evaluasi paket internet khusus bisnis/SME dari provider terkemuka di Indonesia dengan bandwidth tinggi guna menopang produktivitas digital Cuatrodia. (Biaya Berikut diluar biaya pemasangan)

Provider & Paket Bandwidth (Up / Down) Rasio Kontensi Fitur Utama & Layanan (SLA / IP) Estimasi Harga (Opex)
Biznet Metronet 3D 200 Mbps (Simetris 1:1) 1:4 (Shared Priority) Gratis 1 IP Public Static, Prioritas lalu lintas data bisnis, support 24/7. Β± Rp 2.700.000 / bln
MyRepublic Business Pro 300 300 Mbps (Simetris 1:1) 1:4 (Shared Priority) Termasuk 1 IP Public Static, Tanpa FUP (Kuota Unlimited), Prioritas penanganan kendala teknis. Β± Rp 2.399.000 / bln
Indibiz (Telkomsel) Pro 200 200 Mbps (Simetris 1:1) 1:5 (Shared Priority) IP Public Static (Add-on berbayar), Garansi jaringan serat optik Telkom, akses platform ekosistem Indibiz. Β± Rp 846.100 / bln (Minimal 1 tahun)
CBN DirectNet Business 200 200 Mbps (Simetris 1:1) 1:4 (Shared Priority) Termasuk 1 IP Public Static, Keamanan DNS terintegrasi, 24/7 helpdesk prioritas khusus korporat. Β± Rp 999.000 / bln (Minimal 1 tahun)

Rekomendasi Strategis

Untuk menyeimbangkan biaya dan kebutuhan operasional bersama arsitektur baru, transisi menuju Business Broadband (mis. Biznet Metronet / Indibiz / Lintasarta) adalah langkah esensial. Namun, jika urgensi stabilitas server lokal (NAS Synology) bersifat kritikal untuk remote access, opsi Dedicated Internet 50–100 Mbps sangat disarankan karena memberikan IP Publik Statis dan SLA tertulis.

Proyeksi Kebutuhan Perangkat (CAPEX)

Pemilihan perangkat didasarkan pada strategi Cost-Effective Performance (Mid-tier Enterprise) guna mengakomodasi eskalasi beban tanpa over-engineering. Tersedia 3 opsi tier berdasarkan budget.

Kategori Qty Model Harga / Unit Total Fungsi Esensial
Core Router 1 MikroTik RB5009UG+S+IN Rp 4.000.000 Rp 4.000.000 Inter-VLAN routing, PCQ, CAPsMAN controller.
Core Switch 1 TP-Link TL-SG3428 Rp 3.400.000 Rp 3.400.000 24 Port Managed Gigabit, trunk VLAN ke distribusi.
Switch Distribusi 4 TP-Link TL-SG108E Rp 550.000 Rp 2.200.000 Edge-switching per area divisi ke end-user.
Access Point 7 MikroTik hAP ax2 Rp 2.000.000 Rp 14.000.000 WiFi 6, CAPsMAN managed, seamless roaming.
UPS 1 CyberPower UT1500E Rp 2.500.000 Rp 2.500.000 Backup daya core infrastructure Β±15 menit.
Subtotal Hardware Aktif Rp 26.100.000

Infrastruktur Pendukung (Kabel & Instalasi)

Item Qty Satuan Harga / Unit Total Keterangan
Rack Wall Mount 9U 1 unit Rp 700.000 Rp 700.000 Mounting router, switch, UPS server room.
Patch Panel Cat6 24-port 1 unit Rp 350.000 Rp 350.000 Structured cabling β€” terminasi kabel ke rack.
Kabel UTP Cat6 305M 2 roll Rp 473.000 Rp 946.000 Vascolink, estimasi 7 area Γ— jarak rata-rata 20–30M.
Konektor RJ45 Cat6 1 box (100 pcs) Rp 100.000 Rp 100.000 Vascolink Cat6, termasuk cadangan.
Kabel Ducting 50 meter Rp 8.000 Rp 400.000 Penutup kabel dinding/plafon tiap area.
PDU / Power Strip Rack 1 unit Rp 200.000 Rp 200.000 Distribusi listrik dalam rack.
Cable Tie + Brother Label Printer(PT H110) + Isi Brother Label Printer 1 set Rp 1.300.000 Rp 1.300.000 Manajemen kabel & labeling port untuk troubleshoot.
Subtotal Infrastruktur Pendukung Rp 3.996.000
Total Estimasi CAPEX
Best Value Tier Β· Hardware + Infrastruktur Pendukung Β· Belum termasuk jasa instalasi
Rp 30.096.000
Lihat rincian lengkap di spreadsheet β†’

Justifikasi Pengadaan (Best Value)

Proporsional Area

7 unit AP dan 4 Switch Distribusi dihitung untuk eliminasi blind spot di Lantai 1 β€” mencakup Tim Notion, Motion, Design Dorm, Director, Meeting Room, dan R.Meet.

Zero Bottleneck Processor

Router RB5009 (ARM 64-bit) diproyeksikan untuk mengelola beban puncak inter-VLAN routing bagi ~76 perangkat secara bersamaan tanpa degradasi.

Skalabilitas (Future-Proof)

Desain siap ekspansi. Penambahan area Lantai 2 hanya memerlukan tarikan kabel trunk tunggal tanpa merestrukturisasi Core Router.

Efisiensi Finansial

Bukan perangkat consumer-grade yang rentan hang, namun tidak perlu investasi level Enterprise yang berlebih β€” High ROI untuk kantor skala menengah.

Alokasi VLAN & SSID per Divisi

Setiap divisi memiliki segmen jaringan (VLAN) dan SSID Wi-Fi tersendiri yang dikendalikan terpusat oleh CAPsMAN. Bandwidth dialokasikan berbasis prioritas operasional.

Divisi VLAN ID Subnet SSID Wi-Fi Band Bandwidth Max ↓ / ↑ Akses
Management IT 10 192.168.10.0/24 β€” Wired Only β€” β€” Unlimited IT Admin
Motion Tim 20 192.168.20.0/24 Motion_Team 5 GHz 50 Mbps / 30 Mbps Karyawan Motion
Design Dorm Tim 30 192.168.30.0/24 DD_Team 5 GHz 50 Mbps / 30 Mbps Karyawan Design Dorm
R. Meeting Sebelah 40 192.168.40.0/24 Meet_Sebelah 5 GHz 40 Mbps / 25 Mbps πŸ”„ Auto-rotate harian
R. Meeting Rumput 45 192.168.45.0/24 Meet_Rumput 5 GHz 40 Mbps / 25 Mbps πŸ”„ Auto-rotate harian
Produser 50 192.168.50.0/24 Produser_Net 5 GHz 25 Mbps / 15 Mbps Karyawan Directory
Notion Tim 60 192.168.60.0/24 Notion_Net 5 GHz 25 Mbps / 15 Mbps Karyawan Notion
HR/GA/ACC 70 192.168.70.0/24 Lt2 Office 1 5 GHz 30 Mbps / 25 Mbps Karyawan HR/GA/IT/ACC
R.pak Agi & Finance 80 192.168.80.0/24 Lt2 Office 2 5 GHz Unlimited Pak Agi & Finance
IOT Kantor 90 192.168.90.0/24 Cuatrodia IOT 2.4 GHz 20 Mbps / 15 Mbps IOT Kantor
Server Room 95 192.168.95.0/24 Cuatrodia IOT 2.4 GHz Unlimited Server Synology
Office Roaming 99 192.168.99.0/24 Office_Roaming 2.4 GHz 10 Mbps / 3 Mbps Tamu / Non-staff

πŸ“‘ Alokasi SSID Berbasis VLAN

VLAN 20 dialokasikan secara spesifik untuk Tim Motion dengan SSID Motion_Team, sedangkan VLAN 25 dialokasikan untuk Tim Design Dorm dengan SSID DD_Team. Setiap divisi mendapatkan segmen IP dan alokasi bandwidth secara independen untuk mencegah interferensi lintas jaringan.

πŸ”„ Auto-Rotate Password Meeting

SSID Meet_Sebelah dan Meet_Rumput menggunakan script MikroTik yang merotasi password otomatis setiap tengah malam dan mengirimkan 2 kata sandi baru (spesifik per ruangan) via Telegram Bot β€” mencegah penyalahgunaan akun tamu yang overstay sekaligus memudahkan isolasi traffic antar ruang.

πŸ”’ Isolasi Guest Network

SSID Office_Roaming (VLAN 99) diblokir secara total dari seluruh subnet internal perusahaan oleh firewall rule. Tamu hanya mendapat akses internet keluar, tanpa visibilitas ke resource jaringan internal sama sekali.

πŸ“Ά Semua SSID via CAPsMAN

Seluruh SSID dipancarkan oleh AP Node (hAP ax2) namun dikonfigurasi dan dikontrol dari satu titik β€” Core Router MikroTik RB5009. Penambahan atau perubahan konfigurasi Wi-Fi cukup dilakukan sekali di controller, berlaku ke semua AP sekaligus.

Rencana Monitoring Jaringan

Infrastruktur yang sudah dipasang harus dimonitor secara berkelanjutan. Berikut stack monitoring yang direkomendasikan sesuai skalabilitas kantor Cuatrodia.

Built-in MikroTik

The Dude

Network monitoring tool gratis dari MikroTik. Auto-discovery semua perangkat di jaringan, live map topologi, alert via email jika device down. Diinstall di laptop IT atau PC Management (VLAN 10).

Cocok untuk: Monitoring device up/down, ping latency, alert real-time.

Built-in MikroTik

Winbox Graphs & Traffic Monitor

Dashboard bawaan RouterOS via Winbox atau WebFig. Monitoring real-time traffic per interface/VLAN, DHCP lease aktif, firewall log, dan utilisasi CPU/RAM router.

Cocok untuk: Daily check utilisasi bandwidth per divisi, troubleshoot bottleneck.

Free / Self-hosted

Grafana + Prometheus (SNMP)

Stack monitoring modern. Prometheus scrape data SNMP dari MikroTik & switch, Grafana visualisasikan dalam dashboard custom. Bisa diinstall di Synology NAS via Docker.

Cocok untuk: Historical data, trend analysis, dashboard eksekutif yang proper.

Free / Self-hosted

NetData

Monitoring ringan berbasis web, real-time, zero-configuration. Bisa diinstall di Synology NAS atau Raspberry Pi. Support SNMP dan plugin MikroTik komunitas.

Cocok untuk: Alternatif Grafana yang lebih mudah di-setup tanpa pengetahuan DevOps mendalam.

MikroTik Script

Alert via Telegram Bot

MikroTik RouterOS mendukung script yang dikirim via HTTP ke Telegram API. Bisa trigger alert otomatis: device down, WAN down, CPU spike >80%, atau DHCP pool habis β€” langsung ke grup Telegram IT.

Cocok untuk: Alert system tanpa perlu tools tambahan, sudah proven di SOP v1.2.

Optional / Berbayar

PRTG Network Monitor

Solusi enterprise all-in-one. Free tier untuk 100 sensor. Monitoring bandwidth, uptime, SNMP, flow analysis. GUI sangat user-friendly untuk non-technical staff.

Cocok untuk: Jika manajemen ingin dashboard monitoring tanpa perlu IT terus standby.

Stack Rekomendasi Minimal (Zero Cost)

Untuk implementasi awal: The Dude (device monitoring) + Winbox Traffic Monitor (bandwidth per VLAN) + Telegram Bot Alert (notifikasi insiden otomatis). Ketiga tools ini sudah cukup untuk operasional harian dan tidak memerlukan server tambahan. Jika kebutuhan reporting bertambah, upgrade ke Grafana + Prometheus via Docker di NAS Synology.

Roadmap Implementasi

Rencana eksekusi bertahap dalam 6 minggu β€” dari pengadaan hingga jaringan fully operational.

01Minggu 1–2
πŸ“¦

Procurement & Persiapan

Infrastruktur
14 hari
  • Purchase order: RB5009, TL-SG3428, TL-SG108E Γ—4, hAP ax2 Γ—7, UPS CyberPower
  • Purchase infrastruktur pendukung: rack 9U, patch panel, 2 roll UTP Cat6, ducting, RJ45, PDU
  • Survey jalur kabel β€” pemetaan denah Lantai 1 & estimasi panjang kabel per area divisi
  • Labeling port plan untuk setiap switch distribusi per divisi
  • Download firmware terbaru MikroTik RouterOS & TP-Link switch firmware
Output: PO disetujui, denah kabel & label scheme siap, semua barang diterima
02Minggu 2–3
🧠

Instalasi Core Infrastructure

Infrastruktur
7 hari
  • Pasang & nyalakan UPS CyberPower UT1500E β€” proteksi daya core device
  • Rack mounting: Wall rack 9U + Patch Panel + MikroTik RB5009 + Core Switch TL-SG3428
  • Koneksi fisik: ISP ONT β†’ ether1 RB5009 β†’ Core Switch (uplink port)
  • Verifikasi konektivitas internet dasar sebelum VLAN dikonfigurasi
Output: Core rack berdiri, internet masuk via RB5009 βœ“
03Minggu 3
βš™οΈ

Konfigurasi VLAN & Routing

Konfigurasi
5 hari
  • Setup Bridge + VLAN Filtering pada RB5009 (11 VLAN:10, 20, 30, 40, 45, 50, 60, 70, 80, 90, 99)
  • IP addressing & DHCP Server per VLAN interface
  • Firewall filter: Default-Deny inter-VLAN + allow rules per kebijakan divisi
  • NAT Masquerade untuk akses internet semua VLAN
  • VLAN trunk config pada Core Switch β†’ port ke switch distribusi
  • Test DHCP lease per VLAN dengan laptop uji
Output: Semua 10 VLAN aktif, isolasi antar-divisi verified βœ“
04Minggu 4
🏒

Distribusi Switch & Kabling End-User

Infrastruktur
5 hari
  • Pasang 4 unit TL-SG108E per area divisi (Motion T1, Motion T2/DD, Directory, Notion)
  • Terminasi kabel UTP Cat6 via patch panel β†’ core switch ke setiap switch distribusi (trunk port)
  • Konfigurasi Access Port (untagged) per port end-user pada tiap switch distribusi
  • Koneksi workstation PC Editing via kabel β€” prioritas wired untuk beban transfer file besar
  • Test konektivitas & DHCP lease per workstation
Output: Semua workstation wired terhubung ke VLAN yang benar βœ“
05Minggu 5
πŸ“‘

Wireless Deployment & QoS

Konfigurasi
5 hari
  • Mount 7 unit hAP ax2 sesuai coverage plan β€” ceiling/wall mount per area (Notion, Motion, Design Dorm, Director, Meeting)
  • Koneksi AP via adaptor power bawaan + kabel LAN langsung ke Core Switch (TL-SG3428)
  • Konfigurasi CAPsMAN: security profile, channel plan (2.4 GHz & 5 GHz), datapath per VLAN
  • Provisioning 9 SSID: Motion_Team, DD_Team, Producers_Net, Notion_Net, Meet_Sebelah, Meet_Rumput, Office_Roaming,Lt2 Office1,Lt2 Office2
  • Setup PCQ Queue Tree β€” bandwidth limit per divisi sesuai prioritas
  • Aktifkan script AutoPassRapat + jadwal Telegram Bot untuk Meet_Sebelah & Meet_Rumput
  • Setup The Dude + Telegram Bot Alert untuk monitoring
  • Roaming test: perpindahan antar AP tanpa disconnect pada perangkat mobile
Output: Semua SSID aktif, QoS verified, seamless roaming confirmed, monitoring live βœ“
06Minggu 6
πŸš€

Testing, Go-Live & Handover

Go-Live
5 hari
  • Full load test: simulasi 76 perangkat aktif secara bersamaan
  • Bandwidth verification per VLAN β€” speedtest dari tiap divisi
  • Penetration test sederhana: verifikasi isolasi Guest (VLAN 99) tidak bisa akses internal
  • Migrasi end-user: cabut koneksi lama, sambung ke infrastruktur baru
  • Monitoring 24 jam pertama β€” pantau log MikroTik, The Dude, & utilisasi per VLAN
  • Dokumentasi final: IP scheme, password vault, konfigurasi backup (.rsc export)
Output: Infrastruktur fully operational β€” jaringan Cuatrodia resmi live πŸŽ‰
6Minggu Total
6Fase Eksekusi
10VLAN Dikonfigurasi
7SSID Di-deploy
ZeroDowntime Target